Home »
Lain-lain
,
Perspektif
» Tak Cuma Orang Medan, Sosok Ahok Juga Diidamkan Warga Papua! Begini Isi Suratnya.....
Tak Cuma Orang Medan, Sosok Ahok Juga Diidamkan Warga Papua! Begini Isi Suratnya.....
Sebuah tulisan yang dibuat oleh seorang warga Papua beredar di media sosial. Tulisan ini sudah dibikin dari tahun lalu di sebuah forum. Seperti apa suara hati warga Papua ini yang menginginkan sosok Ahok memimpin daerahnya? Simak nih, guys.
Saya tertarik pada sosok Ahok. Ia begitu jujur dan polos. Kalau dirinya marah, pasti langsung diungkapkannya dengan sikap marahnya. Kalau saat dirinya senang, juga diungkapkannya dengan senyum di wajahnya. Ahok seakan hendak menyingkapkan kembali lirik lagu, : “Jangan ada dusta di antara kita,” ciptaan Broery Marantika. Jujur itu penting. Hanya orang jujur yang berlaku bijaksana.
Menyimak situasi di Papua saat ini, saya pikir Papua sangat membutuhkan sosok pemimpin seperti Ahok. Papua membutuhkan pemimpin yang berani membela rakyat. Papua membutuhkan pemimpin yang jujur, bijaksana dan rendah hati untuk membawa Papua ke arah yang lebih baik.
Sejauh pengalaman saya, masih sulit menemukan sosok seperti Ahok di Papua. Pemimpin Papua saat ini, lebih gemar tinggal di kantor atau bepergian ke luar Papua ketimbang mengunjungi masyarakat di kampung-kampung. Belum lagi gaya hidup mewah ditunjukkan oleh para pejabat di Papua. Padahal, rakyat sangat menderita.
Pejabat di Papua menempati rumah dinas mewah. Mereka juga memiliki mobil dinas mewah. Mereka memiliki asisten dan pengawal pribadi. Ketika mereka bepergian, selalu dikawal polisi. Ketika mereka melintasi jalan, sirene mobil pengawal mengaum. Rakyat harus menepi. Mereka bergaya elit dan mewah di atas penderitaan rakyat.
Saya belum menemukan pejabat yang sederhana dan rendah hati untuk melayani orang Papua. Saat ini, Papua dipimpin oleh anak-anak Papua, tetapi pembangunan di Papua tidak berjalan sebagaimana mestinya. Proses pembangunan Papua, khususnya orang asli Papua masih jauh tertinggal. Ribuan anak Papua tidak bisa bersekolah dengan baik. Ribuan orang Papua tidak bisa berobat. Jutaan hektar hutan dibabat dan dikonversi dengan perkembunan kelapa sawit, dan lainnya. Pada saat bersamaan, pejabat Papua, yang sebagian besar dipegang oleh anak-anak Papua diam membisu.
Mengapa para pejabat (di) Papua belum berani bersuara seperti Ahok? Saya tidak tahu jawabannya. Saya hanya tahu, kalau seorang pejabat atau pemimpin itu bersih dan memiliki integritas, maka ia akan berani menyuarakan ketidakadilan secara bebas, tanpa ada tekanan. Pejabat yang bersih dan berintegritas berani melawan kebijakan-kebijakan diskriminatif dan merugikan rakyat. Ahok sudah membuktikan bahwa hanya pemimpin bersih dan berintegritas yang bisa melakukan ‘bersih-bersih’ di birokrasi pemerintahan. Tepatlah, istilah tua: “tidak mungkin kita menyapu dengan menggunakan sapu yang kotor.”
Sampai saat ini, rakyat Papua masih merindukan sosok pejabat dan pemimpin seperti Ahok. Ia melayani rakyat, tanpa pamrih. Ia mengalami penghinaan dan cacian, tetapi demi perubahan Jakarta ke arah yang lebih baik, ia berani mempertaruhkan dirinya sendiri. Ahok siap mati untuk rakyat. Ia tidak mengumpulkan harta kekayaan bagi dirinya sendiri. Ia berbagi dengan sesama yang menderita. Kaum termarginal, kini bisa menempati rumuh susun mewah. Di tangan Ahok, Jakarta berbenah.
Ahok membuktikan bahwa untuk memimpin suatu daerah, tidak perlu orang asli atau pendatang. Tidak perlu orang Betawi dan Islam. Tidak perlu orang beragama dan berbudaya ini dan itu. Ia menunjukkan bahwa jiwa kepemimpinan yang dilandasi oleh semangat pelayanan yang tinggi, itu yang bikin perubahan dalam masyarakat, bukan oleh asal-usul seseorang. Semangat pelayanan Ahok yang luar biasa bikin banyak orang suka padanya, meskipun tidak sedikit yang mencercanya.
Gaya kepemimpin Ahok memang bikin gerah pihak-pihak yang selama ini bersembunyi di balik manisnya mulut dan senyum palsu. Ahok suka bicara keras dan kasar. Ahok tidak bicara di belakang, ia bicara di depan supaya semua menjadi terang-benderang. Ahok tidak suka ada dusta.
Gaya kepemimpinan model Ahok ini yang dirindukan orang Papua. Pemimpin perlu hadir di tengah masyarakat: hadir, berbicara dengan masyarakat, mendengarkan keluh-kesah masyarakat dan bikin kebijakan yang pro masyarakat.
Sosok Ahok dirindukan di Papua. Orang Papua merindukan dan menanti tipe pemimpin seperti Ahok, yang berani membuka borok-borok birokrasi pemerintahan yang korup dan berbelit. Pemimpin yang selalu hadir di tengah masyarakat. Bukan tipe pemimpin yang suka tinggalkan rakyatnya. Apa lagi di Papua, para pemimpin lebih suka pergi ke luar Papua. Mereka lebih tertarik pergi ke Jakarta, bahkan luar negeri, ketimbang mengunjungi masyarakat di kampung-kampung. (bintang.com)
Materi Lama
Postingan Populer
-
pkn4all.blogspot.com _ Berdasarkan teori-teori tentang wawasan, latar belakang, falsafah Pancasila, latar belakang pemikiran aspek wilayah, ...
-
Bhinneka Tunggal Ika adalah moto atau semboyan Indonesia. Frasa (kumpulan kata) ini berasal dari bahasa Jawa Kuna dan seringkali diterjemahk...
-
Pengertian pertahanan nonmiliter adalah segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indon...
-
Aturan Main: Berdoa menurut keyakinan Anda dengan khidmat; Selesaikan soal yang mudah terlebih dahulu; Sabar dan hindari klik kata "men...
-
Garuda Pancasila adalah Lambang Negara Republik Indonesia. Hal ini tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan dipertegaskan oleh Peratura...
-
Budaya politik dapat dipandang sebagai landasan sistem politik yang memberi jiwa atau warna pada sistem politik atau yang memberi arah pada ...
-
Jika ada saudara, anak, keluarga, teman, atau bahkan anda sendiri terdaftar sebagai mahasiswa pada suatu perguruan tinggi, maka perlu kirany...
-
Berupaya menciptakan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan bagi peserta didik, admin K-Warganegaraan membuat soal berbentuk Teka-Tek...
-
Pernahkah kalian bepergian ke pulau-pulau atau daerah-daerah lain di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia? Coba ceritakan pengalaman k...
-
Mencermati kecenderungan kemungkinan dan bekerjanya ancaman pada pertahanan negara, sesungguhnya kosepsi pertahanan nonmiliter sudah memberi...








0 comments:
Posting Komentar