Dampak Negatif Kerja Sama Bidang Ekonomi - Kerja sama bidang ekonomi antarnegara juga dapat memberikan dampak negatif perekonomian negara Indonesia.Dampak-dampak negatif tersebut antara lain sebagai berikut.
Produk dalam Negeri Kalah Bersaing dengan Produk Luar Negeri
Kerja sama ekonomi antarnegara menyebabkan masuknya produk-produk dari luar negeri ke pasar dalam negeri.Hal ini menyebabkan terjadinya persaingan antara produk dalam negeri dan produk luar negeri.Produk dalam negeri yang proses produksinya masih sederhana akan kalah bersaing,baik harga atau kualitasnya dengan produk luar negeri yang sudah menggunakan teknologi modern.Akibatnya,banyak pengusaha dalam negeri mengalami penurunan usaha dan akhirnya bangkrut.Hal ini bedampak dengan terjadinya PHK (pemutusan hubungan kerja) dan pengangguran.
Masuknya Tenaga Kerja Asing ke Indonesia
Kerja sama ekonomi antarnegara memungkinkan masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia karena tenaga kerja asing lebih menguasai teknologi tersebut dibandingkan dengan tenaga kerja Indonesia.Contohnya,perusahaan otomotif yang perakitannya ada di Indonesia tentu membutuhkan tenaga ahli dari luar negeri untuk merakitnya karena tenaga kerja Indonesia tidak bisa secara langsung menerapkan teknologi baru.Mereka harus melakukan adaptasi dulu dengan teknologi baru tersebut.
Kebergantungan pada Negara Lain
Bantuan negara lain berupa pinjaman modal atau utang luar negeri ndapat menyebabkan pemerintah dan masyarakat suatu negara terlena dan kurang berupaya dalam mengembangkan perekonomian hingga selalu bergantung pada bantuan negara lain.Pinjaman modal atau utang luar negeri memang bsia menyelesaikan suatu permasalahan dalam jangka pendek.Namun,dalam jangka panjang,hal itu akan menjadikan Indonesia dilanda kebergantungan
Kebergantungan pada negara lain juga terjadi dalam hal produk yang diimpor.Misalnya,produk-produk berteknologi canggih seperti pesawat tempur.Dalam pengadaan suku cadangnya,Indonesia sangat bergantung pada negara yang memproduksi pesawat tempur tersebut.
Intervensi Negara lain dalam Kebijakan Ekonomi Indonesia
Kebergantungan pada negara lain dapat memberikan peluang bagi negara lain melakukan campur tangan terhadap kebijakan-kebijakan ekonomi pemerintah.Hal ini dapat merugikan rakyat dan menguntngkan pihak asing.Sebagai contoh,Indonesia eprnah melakukan kerja sama dengan IMF untuk mendapatkan bantuan pencarian dana guna mengatasi krisis ekonomi.Dalam kerja sama tersebut,Indonesia harus melaksanakan nota ksesepahaman yang dibuat IMF.Akibatnya,berbgai kebijakan ekonomi Indonesia harus mendapatkan persetujuan dari IMF.Hal ini menunjukkan bahwa MF ikut campur tangan dalam kebijakan ekonomi Indonesia.
Materi Lama
Postingan Populer
-
Enam Teori G30S/PKI - Peristiwa yang hingga kini masih menyimpan kontroversi.Utamanya adalah yang berhubungan dengan pertanyaan "Siapa...
-
Peristiwa Konflik dan Pergolakan yang berkaitan dengan Sistem Pemerintahan - Termasuk dalam kategori ini adalah persoalan negara federal da...
-
Sejarah Demokrasi di Indonesia sejak Zaman Kemerdekaan Hingga Saat Ini Indonesia merupakan negara yang menerapkan demokrasi dalam sistem p...
-
MATERI 9 UPAYA BANGSA INDONESIA DALAM MENGHADAPI ANCAMAN DISINTEGRASI BANGSA PETA KONSEP A. Berbagai Pergolakan di Dalam Negeri (1948-1965)...
-
Peristiwa Konflik dan Pergolakan yang Berkaitan dengan Ideologi - Pemberontakan PKI Madiun termasuk dalam kategori ini,dan juga pemberontak...
-
pkn4all.blogspot.com _ Kali ini admin akan bagikan kepada kalian peserta didik kelas VIII contoh soal latihan dan soal ulangan harian (UH). ...
-
RANGKUMAN MATERI PKn : PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI DAN DASAR NEGARA 1. Ideologi berasal dari kata idea (gagasan, cita-cita)...
-
Pendidikan pada Masa Penjajahan Jepang - Pada masa pendudukan Jepang,keadaan pendidikan di Indonesia semakin memburuk.Penididkan tingkat da...
-
KUNCI JAWABAN : SUMPAH PEMUDA 1. A 26. D 2. D 27. C 3. D 28. D 4. B 29. C 5. B 30. D 6. C 31. A 7. C 32. A 8. ...
-
BAB I HAKIKAT BANGSA DAN NEGARA 1. INDIKATOR SATU MENDESKRIPSIKAN KEDUDUKAN MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL. A. PENGERT...








0 comments:
Posting Komentar